Import Dokumen

Fitur Import Data Dokumen digunakan untuk memasukkan data dokumen secara masssal ke sistem menggunakan fie CSV. Dengan fitur ini, anda dapat menghemat waktu dibandingkan mengnput satu per satu.

Persyaratan File

  • Format file wajib: CSV (Comma Separated Values)

  • File dapat dibuat di Microsoft Excel / Google Sheets lalu disimpan sebagai CSV dengan pemisah titik koma (;).

  • Kolom Code dan Status tidak perlu diisi – sistem akan mengisinya otomatis.

  • Kolom Shelf dan Box wajib diisi dengan kode, bukan nama.

  • Box harus sesuai dengan Shelf. Jika tidak sesuai, sistem akan menolak dengan pesan error.

Format Kolom CSV

Kolom
Deskripsi
Contoh
Wajib Diisi

Code

Kode dokumen (kosongkan)

-

Name

Judul atau nama dokumen

Non-Disclosure Agreement

Warehouse

Nama gudang penyimpanan (sesuai yang ada di sistem)

Gudang Grogol

Shelf

Kode shelf tempat dokumen disimpan

S-004

Box

Kode box tempat dokumen disimpan (harus sesuai shelf)

B-007

Lost Quantity

Jumlah dokumen hilang

0

Opsional

Damaged Quantity

Jumlah dokumen rusak

0

Opsional

Available Quantity

Jumlah dokumen tersedia

1

Status

Status dokumen (kosongkan)

-

Customer

Nama customer pemilik dokumen

Pelangi Global Logistic

Catatan:

  • Untuk mengetahui kode shelf dan kode box, cek di Konfigurasi → Shelf dan Konfigurasi → Box.

  • Box hanya bisa digunakan pada shelf yang sesuai pada master data

Langkah - Langkah Import di Odoo :

  1. Masuk ke Menu Import

    1. Buka modul Document Management

    2. Masuk ke menu Documents

    3. Klik icon gear ⚙ disamping kanan tulisan Document

    4. Pilih menu Import Documents

  2. Upload File CSV

    1. Klik Upload File

    2. Pilih file CSV yang sudah disiapkkan

  3. Pengaturan File Di panel kiri halaman import :

    1. Enconding : utf-8

    2. Separator : Semicolon (;)

    3. Text Delimiter : "

  4. Mapping Field Setelah file diunggah, Odoo akan menampilkan kolom file 9kiri) dan field Odoo (kanan)

Contoh mapping yang benar:

File Column
Odoo Field

Code

(biarkan kosong)

Name

Name

Warehouse

Warehouse

Shelf

Shelf

Box

Box

Lost Quantity

Lost Quantity

Damaged Quantity

Damaged Quantity

Available Quantity

Quantity

Status

(biarkan kosong)

Customer

Customer

5. Validasi Data

  • Klik tombol Test untuk memeriksa data.

  • Jika muncul pesan:

    Artinya kode box yang diisi tidak sesuai dengan kode shelf. Periksa kembali data master shelf dan box.

6. Proses Import

  1. Jika data sudah valid, klik Import.

  2. Tunggu hingga muncul pesan Import successful.

  3. Periksa daftar dokumen untuk memastikan semua data masuk dengan benar.

Last updated